20
Mar

Paket Rafting Cisadane Bogor

Paket Rafting Cisadane Bogor

Paket  Rafting Cisadane Bogor   ( min.  10 orang )        Rp.  180.000/ orang

Paket sudah termasuk

  • Perahu Rafting
  • Peralatan safety
  • Pemandu
  • Team Resque
  • Transportasi lokal
  • Jajanan lokal

Rafting Bogor

Rafting Cisadane Bogor Sekilas

Rafting Cisadane Bogor setidaknya memiliki empat buah Jeram yang sangat menantang dan mengayikan yang akan sangat menantang adrenalin , setiap Jeram memiliki sensasi sendiri yang berbeda beda , terutama  pada saat anda menuruni dam / bendungan setinggi  5m dengan tingkat kemiringan 75 derajat.

Rafting Cisadane Bogor memiliki jarak pengarungan sekitar 11 km atau bila dihitung dengan waktu sekitar 2 sampai 3 jam pengarungan itu sangat bergantung dengan kondisi debit air sungai saat itu.

Rafting Cisadane Bogor memiliki tingkat kesulitan pengarungan antara grade 2 dan 3.

Grade 2 maksudnya gelombangnya tidak terlalu tinggi. Jarak antar batu besar agak renggang. Scouting masih tidak perlu dilakukan. Self rescue masih mudah dilakukan, sedangkan

Grade 3 ,  Riam-riam diiringi gelombang-gelombang mulai tidak terduga. Perlu manuver untuk dapat menghindari batu atau hole. Scouting untuk menentukan lintasan sangat membantu bagi yang belum berpengalaman.

Untuk yang sudah berpengalaman dapat melakukan scouting tanpa menghentikan perahu. Kadang-kadang team rescue harus siap siaga ditepi sungai. Self rescue masih dapat dilakukan.

 

Hal Penting Dalam Rafting Cisadane Bogor

  • Rafting Cisadane Bogor merupakan kegiatan yang sangat menguras fisik, anda harus benar benar sehat untuk melakukan kegiatan rafting/ arung jeram.
  • Jangan lupa makan dulu sebelum rafting Cisadane Bogor…tapi inget, paling ngga lakukan sekitar 2 jam sebelum melakukan aktifitas.  Banyak sekali bantingan dalam aktifitas rafting ini, kalo anda makan mendadak sebelum aktifitas, salah salah apa yang baru dimakan keluar lagi… dan anda kehilangan kenyamanan…
  • Stretcing dan peregangan adalah hal yang penting sebelum beraktifitas agar anda terhindar dari masalah otot , di sungai hal seperti sangat beresiko
  • Dengarkan Instruksi / briefing dari pemandu dengan seksama, biasanya berisi apa yang boleh , apa yang ngga bo;eh dan apa yang musti dilakukan, perhatikan jangan sampe anda blunder ketika terjadi sesuatu yang penuh tekanan
  • Cek Peralatan , terutama pelampung dan Helm , gunakan dengan benar,,,kedua alat inilah yang akan sangat membantu ketika anda terlempar keluar dari perahu. Minta tolong ke pemandu untuk cek peralatan yang anda gunakan  , apakah sudah terpasang dengan benar,,,
  • Kalau anda berkelompok dan kelompok anda lebih dari 50 orang, dalam rangka safety kami menyiapkan 2 perahu Resque

 

Dibawah ini beberapa teknik Self Rescue dalam Rafting Cisadane Bogor

Berenang di Jeram

Hal yang perlu diingat dan dilakukan saat sedang berenang di jeram,yaitu :

  1. Tenang…tenanglah…yakinkan diri bahwa pelampung akan membantu anda tidak tenggelam dan posisi kepala anda selalu ada dipermukaan air
  2. Jika tidak dapat kembali ke perahu secepatnya, berenanglah dengan posisi duduk atau telentang, dengan kaki di usahakan selalu didepan dada atau perut, badan menghadap ke arah hilir sungai.  Posisi telentang menghadap ke arah hilir sungai dengan kaki tetap berada di atas permukaan air dan pandangan selalu mengarah kedepan dimaksudkan agar kita dapat mengetahui rintangan yang ada di depan kita seperti batu strainer dan lain-lainnya,  juga untuk menghindarkan diri dari kaki terjepit di celah batu ataupun benda lainnya
  3. Jika ada batu di depan, sambut dengan kaki, badan kemungkinan akan terputar, tetap tenamg… Setelah itu kembali ke posisi semula.
  4. Bila melihat jeram mulai kecil dan sedikit, berenanglah segera menuju ke tepi sungai atau bila ada eddies, berenaglah menuju ke eddies( Arus balik ) Kemudian tunggulah hingga dijemput anggota tim lainnya atau oleh Team Resque

 

Sekilas Sungai Cisadane

Aliran sungai Cisadane berasal dari banyak anak sungai yang memiliki hulu di gung Gede Pangrango dan gunung Salak , keduanya berada di kabupaten Bogor , melintasi kota Tangerang lalu bermuara di Tanjung Burung dan selanjynya ke laut Jawa

Panjang sungai Cisadane sekitar  130 km, Cisadane memiliki tebing sungai yang terjal dan dalam , tetapi semakin ke muara , tebing sungai semakin rendah dan sungai semakin melebar.

Beberapa anak sungai yang masuk ke sungai Cisadane adalah :

  1. Cianten di Leuwiliang
  2. Cikaniki, memiliki hulu di Pegunungan Kendeng Gunung Halimun dan bermuara ke sungai Cianten
  3. Cibungbulang yang juga bermuara ke Sungai Cianten
  4. Ciaruten, didalamnya terdapat prasasti Ciaruten, juga bermuara ke Sungai Cianten
  5. Cinangneng di Ciampea, yang langsung bermuara ke Sungai Cisadane
  6. Cihideung di Ciampea yang juga bermuara ke Sungai Cisadane
  7. Ciapus di daerah Dramaga yang juga langsung bermuara ke sungai Cisadane
  8. Cibungbulang yang berhulu di gunung Salak

Rafting CisadaneCisadane melintasi kota dan kabupaten , yaitu Kabupaten Bogor, Kotamadya Bogor, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan , yang didalamnya melintasi 44 kecamatan

Banyak cerita menyangkut sungai Cisadane, sebagiannya fakta sejarah, sebagiannya lagi merupakan mitos , bahkan tidak sedikit cerita yang bercampur antara fakta dan mitos , Cisadane bagi sebagian masyarakat diartikan sebagai air kerajaan, ci berarti air sedangkan Sadane artinya kerajaan

Abah  Mustayah  seorang dalang , Tokoh masyarakat Sunda juga pemerhati sejarah ,  kepada tangerangonlie.go.id, , berpendapat lain , . Nama, “Cisadane” sendiri barasal dari akar bahasa Sunda, yang artinya air yang riaknya gemuruh.

Cisadane tidak bisa dilepaskan dari sejarah/babat tanah Banten yaitu tentang berpindahnya agama Sunda Wiwitan dari tanah Pajajaran ke tanah Banten yang kemudian menjadi cikal bakal masyarakat Baduy .

Dahulu arus air sungai tersebut sangat deras dan bersuara gemuruh , Padahal Sungai Cisadane tidak ada bebatuan, tapi suaranya gemuruh. Makanya dikasih nama ‘Cisadane,’ akarnya dari bahasa Sunda. Dari orang-orang Sunda Wiwitan. Sekarang sudah enggak bersuara lagi kan karena ada Bendungan Sangego yang dibangun pada jaman Belanda sekitar tahun 1921-an,” jelas Abah Mustayah.

Dalam perjalanan waktu sungai Cisadane yang membawa material tanah dari gunung mengakibatkan sedimentasi pada bagian muaranya. Sedimentasi tersebut secara alami telah menguruk rawa-rawa dan mengakibatkan muara sungai menyempit dan menjauh dari daratan.

Kini, meski kapal dagang tak lagi bisa berlayar ke Tangerang, sungai Cisadane masih bisa dilayari kapal-kapal kecil, terutama kapal nelayan. Tengoklah aliran Cisadane di daerah Kedaung sampai Tanjung Burung. Masih banyak kapal nelayan disana. Selain itu, aktifitas pabrik galangan kapal cepat (speed boat) yang memanfaatkan aliran Cisadane untuk pelayaran juga masih terjadi.